Jumat, 22 November 2019
Puisi
Sahabat
Kita yang dulu tak saling mengenal
Tak saling tatap mata dan tak saling menyapa
Dulu kita bagaikan kertas dan api
Berbeda, tapi jika dibakar akan sama-sama menjadi abu
Masa demi masa mulut mulai terbuka
Kita saling menyapa dan bercerita
Sudah banyak rahasia yang terbenam
Rasa acuh dan sombong yang dulu, kini telah terbenam oleh waktu
Tapi tak selalu tawa yang terlukis
Ego, marah, kesal, dan masalah pun bergejolak dalam kisah kita
Tapi bukan dendam yang menyatukan
Bahkan maaflah tang mendamaikan hati dua makhluk
Dukungan dan do'alah yang menguatkan kita
Badai yang menerjang tak jadi penghalang
Jalan lurus dan berliku telah kita lewati
Kekurangan tak jadi alasan untuk
membenci
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Ini tugas rahmi fardela kelas 9.3
BalasHapus